Skip to content

Teknik Bermain Bulu Tangkis untuk Pemula

September 24, 2012

C. TEKNIK DASAR PELATIHAN BULUTANGKIS

 

Untuk menjadi pemain berprestasi, kita harus menguasai bermacam-macam dasar permainan bulutangkis dengan benar. Oleh karenanya, dengan modal berlatih tekun, disiplin, dan terarah di bawah bimbingan pelatih yang berkualitas, kita dapat menguasai berbagai teknik dasar bermain bulutangkis secara benar.

Agar seseorang dapat bermain bulutangkis dengan baik, mereka harus mampu memukul shuttlecock dari atas maupun dari bawah. Jenis-jenis pukulan yang harus dikuasai pemain antara lain servis, lob, dropshot, smash, netting, underhand, dan drive. Kesemua jenis  pukulan tersebut harus dilakukan dengan menggunakan grip dan footwork yang benar.

 

  1. A.    PEGANGAN RAKET (GRIP)

Salah satu teknik dasar dalam permainan bulutangkis yang sangat penting dikuasai secara benar adalah cara memegang raket. Oleh karenanya jika teknik pegangan raket salah diterapkan sejak awal, maka akan sulit untuk dapat meningkatkan kualitas permainan. Memegang raket secara benar merupakan dasar untuk mengembangkan dan meningkatkan semua jenis pukulan dalam permainan bulutangkis.

Cara memegang raket yang benar adalah menggunakan jari-jari tangan (ruas jari tangan) secara luwes, rileks, namun harus tetap bertenaga  pada saat memukul shuttlecock. Kita harus menghindari cara memegang raket forehand dan backhand. Semua jenis pukulan dalam bulutangkis dilakukan dengan kedua jenis pegangan ini.

Dua macam cara memegang raket tersebut pada kenyataannya digunakan secara bergantian sesuai situasi dan kondisi permainan. Untuk  tahap awal, para pemula biasanya diajari cara memegang forehand terlebih dahulu, baru kemudian backhand.

Pada akhirnya, pada pemain yang sudah  mahir akan terlihat pegangan raketnya hanya satu grip. Ini terjadi karena pergeseran pegangan tangan dari forehand ke backhand dan sebaliknya hanya sedikit dan dapat dilakukan secara otomatis.

Pegangan raket yang benar dan pemanfaatan tenaga pergelangan tangan yang maksimal dapat meningkatkan mutu pukulan dan mempercepat laju shuttlecock. Ini berarti si pemain telah menggunakan secara efesien sekaligus efektif. Itulah sebabnya, sejak dini peserta dilatih harus membiasakan memukul shuttlecock dengan mengunakan tenaga pergelangan tangan (tenaga pecut).

Cara memegang raket dapat dilakukan dengan berbagai model. Oleh PBSI (1985), cara memegang raket dapat dibedakan menjadi empat jenis pegangan, yakni :

 

  1. 1.    American Grip

Untuk melihat gambaran memegang raket dengan model American grip, letakkan raket di lantai, lalu diambil dan peganglah  pada ujung tangkainya (handle) dengan cara seperti memegang pukul kasur. Bagian tangan antara ibu jari dan jari telunjuk menempel pada bagian permukaan tangkai  yang luas sedangkan permukaan raket sejajar dengan posisi lantai.

Cara pegangan raket tersebut memang menghasilkan gerakan yang agak kaku, namun akan sangat efektif dalam memukul smash di depan  net, atau mengambil shuttlecock di atas net dengan cara menitipkan ke bawah  secara tajam. Dengan posisi daun raket  menghadap ke muka, pemain dapat dengan mudah mengarahkan shuttlecock ke kiri dan atau ke kanan, sehingga dapat menghasilkan pukulan yang keras dan sulit diduga arahnya.

Secara umum, kelebihan American grip adalah :

  1. Efektif bila digunakan sebagai killing smash, karena perkenaan dengan shuttlecock lurus.
  2. Jarang terjadi shuttlecock membentur frame, karena permukaan menghadap ke shuttlecock  secara maksimal

Adapun kelemahan American grip adalah sulitnya digunakan untuk  pukulan netting.

 

  1. 2.    Forehand grip

Untuk cara pegangan  letakkan raket di lantai dalam posisi miring. Lalu peganglah raket dengan cara bagian tangan antara ibu jari dan jari telunjuk dalam posisi menempel pada  permukaan tangkai yang sempit. Raket dipegang dengan tanpa diubah-ubah (statis). Letak ibu jari seharusnya tidak lebih dan tidak kurang dari posisi letak jari telunjuk

Adapun keuntungan model forehand grip adalah :

  1. Meningkatkan raket dipegang dengan seluruh telapak tangan, pegangan terasa lebih kuat dan tidak mudah lepas.
  2. Cara ini memudahkan pemain dalam melakukan gerakan pukulan terhadap shuttlecock yang datangnya ke sebelah  kanan badan, sehingga pukulan ini dapat dilakukan  dengan cermat, baik dalam kecepatan shuttlecock  maupun ketepatan sasarannya.
  3. Dengan menggunakan pegangan raket forehand ini, pemain tidak perlu memutar-mutar pegangan. Oleh karenanya, kesalahan dalam penempatan posisi daun raket terhadap datangnya shuttlecock lebih kecil.

Kelemahan dalam model forehand antara lain :

  1. Mengingat posisi tangan tidak berubah-ubah, maka untuk melakukan pukulan backhand dengan model pegangan ini diperlukan kekuatan tangan dan sendi bahu yang sangat kuat, sehingga butuh latihan-latihan khusus yang memadai.
  2. Model pegangan ini  juga lemah untuk menerkam shuttlecock di muka net. Netting dari lawan dengan model pegangan ini selalu diambil dengan net play lagi atau dengan lob tanggung.
 
   

 

 

    

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. 3.    Backhand grip

Cara pegangan backhand grip merupakan kelanjutan dari cara  pegangan forehand grip. Dari forehand grip dapat dialihkan ke backhand grip dengan memutar raket seperempat  putaran ke kiri, namun posisi ibu jari  tidak seperti pada forehand grip, melainkan agak dekat dengan daun raket.

 

Cara Latihan

Sebelum praktik melakukan latihan pukulan, perlu dilakukan latihan untuk adaptasi menggerak-gerakkan pergelangan tangan dengan memegang raket dengan benar.

  1. Peserta latihan dibiasakan selalu memegang raket dengan jari-jari tangan . luwes dan tetap rileks, tetapi tetap mempunyai tenaga.
  2. Lakukan gerakan  raket ke arah kanan dan kiri, dengan menggunakan. Tenaga pergelanan tangan.Gerakkan juga raket ke depan dan ke belakang sehingga terasa betul terjadinya tekukan pada pergelangan tangan
  3. Gerakkan pergelangan tangan ke atas dan ke bawah.
  4. Memukul shuttlecock ke tembok
  5. Bouncing ball

 

Kesalahan yang Terjadi

  1. Memegang raket dengan menggenggam, jari-jari rapat, dan sejajar
  2. Posisi “V” tangan berada pada bagian grip raket yang lebar

Keuntungan cara pegangan backhand grip adalah sulit diterkanya hasil pukulan, Shuttlecock bisa melayang keras, tetapi tetap dapat terkontrol. Adapun kelemahannya ialah dalam pengembalian shuttlecock, smash yang datangnya dari arah kanan badan (bola- bola forehand), lebih-lebih lagi bola smash yang menuju arah bahu dan pinggang sebelah kanan, akan sulit dikembalikan.

 
   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. 4.    Combination grip

Combination grip atau disebut juga dengan model pegangan campuran adalah cara memegang raket dengan mengubah cara pegangan, raket yang disesuaikan dengan datangnya shuttlecock dan jenis pukulan. Model pegangan ini merupakan suatu hasil kombinasi antara forehand grip dengan backhand grip. Dengan menggunakan combination grip ini, para pemain akan memiliki pukulan yang lebih komplet dan akan sulit dianalisis kelemahannya.

Secara umum, kelebihan combination grip didapatkan karena pemain tidak perlu mengubah posisi raket saat akan memukul shuttlecock. Adapun kekurangan atau kelemahannya adalah teknik ini membuat pemain sulit untuk memukul shuttlecock yang sudah melampui tubuh pemain sendiri.

 

  1. B.     FOOTWORK

Footwork adalah gerak kaki untuk mendekatkan diri pada posisi jatuhnya shuttlecock, sehingga pemain dapat melakukan pukulan dengan mudah. Fotwork dapat dilakukan maju-mundur, ke kiri-ke kanan, atau menyudut, tentu apabila dilakukan dalam posisi baik. Untuk bisa memukul dengan posisi baik, seorang atlet harus memiliki kecepatan gerak.Kecepatan, dalam gerak kaki tidak bisa dicapai bila footwork-nya tidak teratur. Oleh karenanya, perlu selalu diusahakaan untuk melakukan pelatihan kekuatan, kecepatan, dan keteraturan kaki dalam setiap langkah, baik pada saat pemukulan shuttlecock (menyerang) maupun pada saat penerimaannya (bertahan).

 

C. SIKAP DAN POSISI

Sikap dan posisi berdiri di lapangan harus sedemikian rupa, sehingga pemain dapat secara cepat bergerak ke segala penjuru lapangan permainan.

Beberapa hal yang harus diperhatikan adalah :

a.     Berdirilah sedemikian rupa, sehingga berat badan tetap berada pada kedua kaki dan keseimbangan tubuh terjaga.

b.    Tekuk kedua lutut, berdiri pada ujung kaki, sehingga posisi pinggang tetap tegak dan rileks. Kedua kaki terbuka selebar bahu dengan posisi kaki sejajar, atau salah satu kaki diletakkan di depan kaki lainnya.

c.     Posisikan kedua lengan dengan siku bengkok di samping badan, sehingga lengan bagian atas yang memegang raket tetap bebas bergerak.

d.    Peganglah raket sedemikian rupa, sehingga kepala (daunnya) raket berada lebih tinggi dari kepala pemain.

e.     Waspada dan memperhatikan jalannya shuttlecok selama permainan berlangsung.

 

Sikap dan Tahap Kerja Langkah Kaki

     Sikap dan langkah kaki yang benar dalam permainan bulutangkis sangat penting untuk dikuasai secara baik oleh setiap permainan. Ini sebagai syarat untuk meningkatkan kualitas keterampilan memukul shuttlecock.

Beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain:

a.    Berdirilah dengan sikap dan posisi yang tepat di atas lapangan.

b.    Lakukan gerak langkah ke depan, ke belakang, ke kanan, dan ke kiri pada saat memukul shuttlecock, sambil tetap memperhatikan keseimbangan tubuh.

c.    Gerakkan langkah sambil meluncur cepat sehingga upaya untuk memukul shuttlecock bisa efektif.

d.   Hindari berdiri dengan telapak kaki di lantai (bertapak) pada saat menunggu datangnya shuttlecock atau pada saat bergerak untuk memukul shuttlecock.

 

D. HITTING POSITION

     Ada suatu saat yang disebut preparation, yaitu posisi ancang-ancang memukul shuttlecock. Waktu sekian detik yang ada pada masa persiapan ini juga dipakai untuk menentukan jenis pukulan yang akan dilakukan. Karena itu, posisi persiapan ini sangat penting dilakukan dengan baik dalam upaya menghasilkan pukulan berkualitas baik.

         Hal yang perlu diperhatikan adalah :

 

a.     Overhead (atas) untuk right handed

  • · Posisi badan menyamping dengan arah net. Posisi kaki kanan berada di belakang kaki kiri. Pada saat memukul shuttlecock, harus terjadi perpindahan beban berat badan dari kaki kanan ke kaki kiri.
  • · Posisi badan harus selalu berada di belakang shuttlecock yang akan dipukul.

b.    Untuk pukulan underhand (bawah net)

  • · Posisi memukul adalah kaki kanan selalu berada di depan dan kaki kiri di belakang.
  • · Lutut kaki kanan dibengkokkan, sehingga paha bagian bawah agak turun. Kerendahannya sesuaikan dengan ketinggian shuttlecock yang akan dipukul. Saat shuttlecock dipukul, posisi kaki kiri harus tetap berada di belakang dan hanya bergeser ke depan sedikit.

c.     Untuk footwork maju mundur.

 

Cara Latihan

  1. Dari tengah ke depan. Sebagai langkah dasar hanya dua langkah dimulai dari kaki kiri kemudian kanan.
  2. Dari tengah ke belakang.
  3. Dari depan ke belakang.

 

Kesalahan yang Terjadi

  1. Pada ready position, tumpuan kaki tidak berada di bagian depan atas kaki. Akibatnya reaksi menjadi lambat.
  2. Posisi lutut lurus, tidak bengkok.
  3. Pada posisi memukul kaki dan tangan sejajar dengan net. Akibatnya pukulan tidak kuat.
  4. Pada posisi underhand, kaki kiri berada di depan, keseimbangan kaki tidak ada dan sulit mengarahkan shuttlecock dengan tepat.
  5. Lutut/paha tidak turun, jangkauan kurang, lambat kembali ke bagian tengah lapangan.

 

E. SERVIS (SERVICE)

     Dalam suatu permainan bulutangkis, servis merupakan modal awal untuk memenangkan pertandingan. Seorang pemain yang tidak bisa melakukan servis dengan benar akan terkena fault. Namun, banyak pelatih dan pemain yang tidak memberikan perhatian khusus untuk melatih dan menguasai teknik dasar ini. Hal tersebut merupakan kekeliruan besar.

     Dalam permainan bulutangkis, ada tiga jenis servis yaitu servis pendek, servis tinggi, dan flick atau servis setengah tinggi. Namun, biasanya servis digabungkan ke dalam jenis forehand dan backhand. Masing-masing jenis ini bervariasi pelaksanaannya sesuai dengan situasi permainan di lapangan.

Servis Forehand

 

a.    Servis Forehand Pendek

  • Tujuan servis pendek adalah untuk memaksa lawan tidak bisa melakukan serangan. Dalam hal ini, lawan dipaksa berada dalam posisi bertahan.
  • Variasi arah dan sasaran servis pendek dapat dilatih secara serius dan sistematis.
  • Shuttlecock harus dipukul dengan ayunan raket yang relatif pendek.
  • Pada saat pertemuan antara kepala (daun) raket dengan shuttlecock, siku dalam keadaan bengkok untuk menghindari penggunaan tenaga pergelangan tangan. Perhatikan peralihan titik berat badan.
  • Cara latihannya adalah menggunakan sejumlah shuttlecock dan dilakukan secara berulang-ulang.

 

b.  Servis Forehand Tinggi

  • Jenis servis ini terutama digunakan dalam permainan tunggal.
  • Shuttlecock harus dipukul dengan menggunakan tenaga penuh agar melayang tinggi dan jatuh tegak lurus di bagian belakang garis lapangan lawan.
  • Saat memukul shuttlecock, kedua kaki terbuka selebar pinggul dan kedua telapak kaki senantiasa kontak dengan lantai.
  • Perhatikan gerakan ayunan raket : ke belakang, lalu ke depan. Pukulan harus dilakukan dengan sempurna serta diikuti gerak peralihan titik berat badan, dari kaki belakang ke kaki depan, yang harus berlangsung kontinu dan harmonis.
  • Biasakan selalu berkonsentrasi sebelum memukul shuttlecock.
  • Hanya dengan berlatih tekun dan berulang-ulang tanpa mengenal lelah, kita dapat menguasai teknik servis forehand tinggi dengan sebaik-baiknya.
 
   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Servis Backhand

     Model servis ini memang memerlukan keterampilan dan latihan ekstra agar kita dapat menguasainya dengan baik. Secara umum, pada servis jenis ini, arah dan jatuhnya shuttlecock hendaknya sedekat mungkin dengan garis serang pemain lawan, dan shuttlecock sedapat mungkin melayang relatif dekat di atas jaring (net). Jenis servis ini sering digunakan oleh pemain ganda. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah :

a.    Sikap berdiri yang benar adalah kaki kanan di depan kaki kiri, dengan ujung kaki kanan mengarah ke sasaran yang diinginkan. Kedua kaki terbuka selebar pinggul, lutut dibengkokkan. Dengan sikap seperti ini, titik berat badan berada diantara kedua kaki. Jangan lupa, sikap badan tetap rilek dan penuh konsentrasi.

b.    Ayunan raket relatif pendek, sehingga shuttlecock hanya didorong dengan bantuan peralihan berat badan dari belakang ke kaki depan, dengan irama gerak kontinu dan harmonis. Hindari menggunakan tenaga pergelangan tangan yang berlebihan, karena akan memengaruhi arah dan akurasi pukulan.

c.    Sebelum melakukan servis, perhatikan posisi dan sikap berdiri lawan sehigga dapat mengarahkan shuttlecock ke sasaran yang tepat dan sesuai pikiran.

d.   Biasakan berlatih dengan jumlah shuttlecock yang banyak dan berulang-ulang tanpa rasa bosan, sampai dapat menguasai gerakan dan keterampilan servis jenis ini dengan utuh dan baik/sempurna.

Selain itu, perlu diperhatikan adanya peraturan servis. Berikut adalah aturan servis yang salah dan benar.

Servis yang Salah :

a.    Pada saat memukul shuttlecock, kepala (daun) raket lebih tinggi atau sejajar dengan grip raket.

b.    Titik perkenaan (persentuhan) antara shuttlecock dengan kepala (daun) raket lebih tinggi dari pinggang.

c.    Posisi kaki menginjak garis tengah atau depan.

d.   Kaki kiri melakukan langkah.

e.    Kaki kanan melangkah sebelum shuttlecock dipukul.

f.     Terputusnya rangkaian gerak mengayun  raket dan memukul shuttlecock.

g.    Penerima servis bergerak sebelum shuttlecock servis dipukul.

 

Servis yang Benar :

a.     Pada saat memukul, tinggi kepala (daun)raket berada di bawah pegangan raket.

b.    Perkenaan shuttlecock berada di bawah pinggang.

c.     Kaki kanan statis, berposisi di depan (kecuali bagi pemain yang kidal).

d.    Tumit kaki kiri terangkat, tetapi tidak tergeser.

e.     Mengayun raket dalam satu rangkaian.

f.Penerima servis bergerak sesaat setelah servis dipukul.

 
   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

F. PENGEMBALIAN SERVIS

            Teknik pengembalian bola  servis sangat penting dikuasai dengan benar oleh pemain bulutangkis. Arahkan shuttlecock ke daerah sisi kanan dan kiri lapangan lawan atau ke sudut depan atau belakang lapangan lawan. Prinsipnya, dengan penempaan shuttlecock yang tepat, lawan akan bergerak memukul shuttlecock itu sehingga ia terpaksa meninggalkan posisi strategisnya di titik tengah lapangannya.

     Hal-hal yang perlu diperingatkan dalam pengembalian servis antara lain adalah :

a.    Dalam permainan tunggal, sebaiknya servis lob lawan dikembalikan dengan teknik pukulan keras dan tinggi ke salah satu sudut bagian belakang lapangn lawan, atau dengan teknik ”pukulan pendek” (drop pendek) ke sudut depan lapangan lawan.

b.    Hindari melakukan smash keras tatkala berdiri pada posisi di bagian belakang lapangan sendiri sebab, posisi pada saat itu kurang menguntungkan. Apabila smash dapat dikembalikan dengan penempatan yang kurang akurat atau terarah oleh lawan, tentu kita akan kesulitan.

c.    Dalam permainan ganda, seharusnya shuttlecock dipukul terarah cepat. Selian itu, arah pukulan seharusnya selalu menukik jatuh ke lapangan lawan atau ke bagian tubuh lawan.

Tentu banyak modal pengembalian servis, sesuai dengan arah dan laju shuttlecock yang datang dari lawan.

 

G. UNDERHAND (PUKULAN DARI BAWAH)

       Pukulan ini relatif dominan digunakan dalam permainan bulutangkis. Untuk menguasai teknik dasar ini, pemain harus terampil berlari sambil melakukan langkah lebar dengan kaki kanan berada di depan kaki kiri untuk menjangkau jatuhnya shuttlecock.

       Dalam melakukan sikap menjangkau ini, hendaknya siku dalam keadaan bengkok dan sikap tubuh tetap tegak sehingga lutut kanan dalam keadaan tertekuk. Pada saat memukul shuttlecock, digunakan tenaga kekuatan siku dan pergelangan tangan, hingga gerakan lanjut dari pukulan ini berakhir di atas bahu kiri. Perhatikan agar telapak kaki kanan tetap kontak denagn lantai sambil menjangkau shuttlecock. Jangan sampai gerak langkah terhambat karena gerakan kaki kiri tertahan.

 

Fungsi Pukulan Dasar ini antara lain

a.    Mengembalikan pukulan pendek atau permainan net lawan.

b.    Bertahan dari serangan lawan. Dalam situasi tertekan dalam permainan, harus dilakukan pukulan penyelamatan dengan cara mengangkat shuttlecock tinggi ke daerah belakang lapangan lawan.

c.    Pukulan dari bawah yang bersifat dasar ini dapat dilakukan dengan teknik pukulan forehand dan backhand.

 

Cara Berlatih yang Efektif untuk menguasai teknik dasar ini adalah menciptakan latihan bersama tim dengan memukul shuttlecock yang diarahkan relatif jauh dari jangkauan. Berlatihlah dengan  tekun dan selalu mengevaluasi sendiri kesalahan yang dilakukan, agar tidak terulang lagi kesalahan yang sama.

Ada dua jenis pukulan underhand :

a.   Clear underhand, pukulan atau dorongan yang diarahkan tinggi ke belakang.

b.   Flick underhand, pukulan atau dorongn mendatar ke arah belakang.

 

Hal yang perlu diperhatikan antara lain :

a.    Peregangan raket forehand untuk underhand forehand, dan peganagn backhand untuk mengunderhand backhand.

b.    Pergelangan tangan agak bengkok ke belakang, siku juga agak bengkok.

c.    Sambil melangkahkan kaki ke depan, arahkan raket ke belakang, lalu pukul shuttlecock. Pada saat perkenaan shuttlecock posisi tangan lurus.

d.   Shuttlecock kira-kira dekat kaki kanan bagian luar.

e.    Posisi akhir raket sesuai arah shuttlecock.

 

Cara Latihan

       Untuk pemula, beri umpan dengan lemparan banyak shuttlecock. Sebagai kombinasi, pukul shuttlecock sambil melangkahkan kaki.

 

H. OVERHEAD CLEAR / LOB

       Pada dasarnya, pukulan lob memiliki kesamaan dengan teknik smash dan dropshot. Pukulan overhead lob dilakukan dengan memukul shuttlecock dari atas kepala, posisinya biasanya dari belakang lapangn dan diarahkan ke atas pada bagian belakang lapangan lawan.

 

Jenis Overhead Lob :

a.   Full lob / Clear, shuttlecock-nya tinggi ke belakang.

b.   Attacking Lob / Clear, shuttlecock-nya tidak terlalu tinggi.

 

Hal yang perlu diperhatikan :

a.   Pergunakan pegangan forehand, posisikan tagan di samping bahu.

b.   Posisi badan menyamping (vertikal) dengan arah net. Posisi kaki kanan berada di belakang kaki kiri. Pada saat memukul shuttlecock, harus terjadi perpindahan berat badan dari kaki kanan ke kaki kiri.

c.   Posisi badan harus diupayakan selalu berada di belakang shuttlecock.

d.  Shuttlecock dipukul seperti gerakan melempar.

e.   Pada saat perkenaan shuttlecock, tangan harus lurus. Posisi akhir raket mengikuti arah shuttlecock, lalu dilepas, sedang raket turun di depan badan.

f.    Lecutkan pergelangan (raket) saat kena shuttlecock.

 

Cara Latihan

a.   Bagi pemula yang baru belajar, sebaiknya belajar dengan cara diumpani dengan shuttlecock. Tujuannya supaya timing memukul bisa diperoleh. Untuk mempermudah, bisa digunakan hitungan (1. Posisi siap, 2. Ayunkan, 3. Pukul).

b.   Untuk alat batu guna membiasakan gerakan dan memperoleh timing memukul yang pas, gunakan gantungan shuttlecock yang bisa diatur ketinggiannya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

I.  ROUND THE HAED CLEAR / LOB / DROP / SMASH

Round the head adalah memukul shuttlecock overhead (diatas) yang dipukul di bagian belakang kepala (samping telinga sebelah kiri). Disbanding dengan overhead biasa pukulan ini relative lebih sulit. Untuk bisa melakukan teknik ini diperlukan ekstra kekuatan kaki, kelenturan , footwork yang baik, dan koordinasi. Biasanya pukulan ini dilakukan secara terpaksa karena untuk melakukannya harus dengan pukulan forehand.

J. SMASH

 
   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

       Smash yakni pukulan overhead (atas) yang diarahkan ke bawah dan dilakukan dengan tenaga penuh. Pukulan ini identik dengan pukulan menyerang. Tujuan utamanya adalah mematikan lawan. Pukulan smash adalah bentuk pukulan yang sering digunakan dalam permainan bulutangkis. Karakter pukulan ini adalah keras dan laju shuttlecock cepat menuju lantai lapangan. Pukulan ini membutuhkan kekuatan otot tungkai, bahu, lengan, fleksibilitas pergelangan tangan, serta koordinasi gerak tubuh yang harmonis.

       Dalam praktik permainan, pukulan smash dapat dilakukan dalam sikap diam / berdiri atau sambil loncat (jumping smash). Oleh karena itu, pukulan smash dapat dibentuk:

a.   Pukulan smash penuh.

b.   Pukulan smash potong.

c.   Pukulan smash backhand.

d.  Pukulan smash melingkar atas kepala (around the head smash).

 

Para pemain seharusnya belajar menguasai semua teknik pukulan smash dengan sempurna. Manfaatnya sangat besar dalam meningkatkan kualitas permainan.

 

1.    Smash Penuh

Smash penuh ini dilakukan dengan daun raket seluruhnya. Smash ini memiliki kekuatan yang penuh, namun biasanya shuttlecock kurang berarah. Smash ini sebaiknya dilakukan sepanjang garis atau tertuju penuh pada badan lawan. Smash penuh dilakukan sekuat tenaga dan diharapkan dapat mematikan lawan.

2.    Smash Potong

Model smash ini biasanya dilakukan dengan tenaga kurang kuat jika dibandingkan dengan model smash penuh, akan tetapi posisi shuttlecock lebih tajam dan lebih terarah. Kebanyakan smash potong ini dilakukan secara menyilang atau Cross Smash.

       Around the Head Smash adalah suatu model smash dengan posisi lengan memutar mengitari atas kepala. Smash dilakukan mengarah di depan pundak kiri, bahkan lebih ke kiri. Gerakannya ialah dengan cara memiringkan tubuh ke kiri dan memutar lengan di atasa kepala untuk memukul shuttlecock yang meluncur dari arah kiri.

       Kita ketahui bahwa pada posisi tertentu, lawan dapat mengembalikan smash dengan pukulan Lob ke posisi backhand, atau mengembalikan service ke bagian kiri lapangn. Jika pemain pada posisi terlambat di bawah shuttlecock, maka sebaiknya ia melakukan smash untuk shuttlecock yang meluncur di depan pundak kiri atau bahkan lebih ke kiri itu.

       Model smash ini memerlukan keterampilan, terutama keterampilan pergelangan tangan dan keseimbangan badan untuk menjaga posisi agar dapat berdiri tegak.

 

3. Backhand Smash

            Backhand smash adalah suatu model smash yang dilakukan dari sebelah kiri. Smash ini mengutamakan gerak keterampilan pergelangan tangan. Shuttlecock yang terlanjur melewati pemain dapat dipukul dengan backhand smash. Backhand smash sangat tepat untuk menyambar shuttlecock yang meluncur dekat net. Cukup menggunakan keterampilan pergelangan tangan yang cepat, tanpa memukul shuttlecock dengan kuat.

     Dalam permainan bulutangkis, pukulan smash belum tentu mematikan lawan. Seringkali tanpa diduga, pukulan setengah smash pada saat yang tepat lebih berhasil mematikan lawan.

 

K. DROPSSOT (PUKULAN POTONG)

       Dropshot atau pukulan potong merupakan pukulan yang dilakukan seperti smash. Perbedaannya terletak pada posisi raket saat perkenaanya dengan shuttlecock. Shuttlecock dipukul dengan dorongan dan sentuhan yang halus. Dropshot yang baik dilakukan apabila jatuhnya shuttlecock dekat dengan net dan tidak melewati garis servis.

       Ciri utama dalam dalam pukulan potong ini adalah shuttlecock selalu jatuh dekat jarring di daerah lapangan lawan. Oleh karena itu, pemain harus mampu melakukan pukulan yang sempurna dengan berbagai sikap dan posisi badan dari sudut sudut lapangan pemain. Faktor pegangan raket, gerakk kaki yang cepat, posisi badan , dan proses perpindahan berat badan yang harmonis pada saat memukul merupakan faktor penentu keberhasilan pukulan ini. Pukulan dropshot ini bisa dilakukan dari atas dan dari bawah.

 

1. Drop dari atas

 
   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Cara memukul dropshot dari atas hampir sama dengan cara smash. Beda antara keduanya hanyalah pada detik detik pemain melakukan penyelesaian akhir, yakni memukul saaat shuttlecock mendekati raket.

       Pada pukulan dropshot dari atas , shuttlecock tidak perlu dipukul terlalu keras. Akan tetapi, gerakan tiba tiba ditahan sampai seolah-olah berhenti. Lalu dengan cepat mendorong atau menyentuh shuttlecock, agar shuttlecock jatuh sedekat-dekatnya dengan net di ruang permainan lawan. Pukulan drop dari atas terdiri atas dua jenis, yakni :

a.Drop penuh

       Drop penuh banyak digunakan dalam permainan tunggal, terutama jika lawan sudah tampak letih. Pukulan shuttlecock dari tempat setinggi-tingginya, agar shuttlecock dapat menukik lebih tajam dan menyebabkan lawan sulit mengembalikan shuttleccok.

b.Drop potong

       Cara memukul drop potong hampir sama dengan cara memukul drop penuh. Hanya bedanya adalah saat menjelah shuttlecock tersentuh raket, tidak ada gerak tertahan seperti pada saat melakukan drop penuh. Dapat juga disamakan antara drop potong  dengan smash potong dengan kekuatan yang tidak penuh. Drop potong dan atas dapat dilakukan dalam permainan tunggal.

 

2. Drop dari bawah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

       Secara umum, lawan selalu berusaha agar shuttlecock di depan net mendapat diambil dari atas. Apabila pemain sendiri tak punya kesempatan mengambil shuttlecock lawan di depan net dari atas, tentu bukan lantas ia mesti pasrah dan membiarkan shuttlecock jatuh ke lantainya. Shuttlecock yang meluncur tajam di dekat net dan nyaris jatuh ke lantai itu tentu masih dapat diusahakan untuk dapat dikembalikan dari bawah dengan lob yag tinggi dan jauh ke belakang lapangan lawan. Bila tidak mampu mengembalikan shuttlecock dengan lob tinggi , bisa dilakukan dengan pukulan dari bawah. Pukulan drop dari bawah ini memang relatif tepat jika digunakan pada permainan net.

 

 

L. NETTING

       
   
     
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

       Netting adalah suatu pukulan yang diarahkan sedekat mungkin dengan net, dipukul dengan sentuhan tenaga yang halus sekali. Pukulan netting yang baik dilakukan apabila shuttlecock dipukul halus dan melintir tipis dekat sekali dengan net.

       Karakteristik teknik dasar ini adalah bahwa shuttlecock senantiasa jatuh bergulir sedekat mungkin dengan jaring / net di daerah lapangan lawan. Koordinasi gerak kaki, lengan, kesimbangan tubuh, posisi raket, dan shuttlecock saat perkenaan , serta daya konsentrasi adalah faktor – faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan pukulan ini.

       Untuk melakukan netting, pegang raket dengan jari jari tangan ( ruas jari tangan), pergelangan tangan tetap rileks, posisi kepala (daun) raket sejajar dengan lantai pada saat perkenaan raket dan shuttlecock. Selain itu, sikap dan posisi kaki harus tetpa kokoh menapak di lantai, dengan lutut kanan di bengkokkan sehingga tidak terjadi gerakan tambahan yang dapat mempengaruhi keseimbangan tubuh. Beberapa prinsip permainan net antara lain :

a. Shuttlecock harus diambil di atas atau setinggi mungkin.

b. Lantunan shuttlecock hendaknya serendah mungkin dengan bagian atas net.

c. Jatuhnya shuttlecock hendaknya serapat mungkin dengan net.

 

Hal yang perlu diperhatikan antara lain :

a. Pegangan raket forehand untuk forehand net dan backhand untuk backhand net.

b. Siku agak bengkok dan pergelangan ditekuk sedikit ke belakang.

c. Pada saat memukul, kaki kanan berada di depan dan shuttlecock di pukul pada posisi setinggi mungkin.

d. Sesaat sebelum perkenaan shuttlecock, buat tarikan kecil dengan pergelangan tangan. Pukul shuttlecock pada bagian lengkung kanan dan kiri sampai pada bagian bawah shuttlecock. Posisi akhir kepala raket menghadap atau sejajar dengan langit-langit.

 

M. RETURN SMASH

       Pukulan jenis ini lebih identik dengan pola pertahan. Namun demikian, pengembalian smash yang baik bisa menjadi serangan balik. Jenis – jenis pengembalian smash :

  1. Pengembalian pendek, yaitu pengembalian dengan menjatuhkan shuttlecock dekat net. Jenis ini banyak terjadi pada permainan tunggal. Tujuannya untuk memaksa lawan berlari jauh.
  2. Pengembalian drive (mendatar ) , lebih banyak dilakukan pada permainan ganda. Tujuannya untuk tidak memberi kesempatan lawan melakukan serangan.
  3. Pengembalian panjang, yaitu pengembalian shuttlecock ke arah belakang lagi. Pukulan ini biasanya hanya bisa dilakukan oleh pemain yang sudah terampil dan mempunyai pergelangan yang kuat.

Hal hal yang perlu diperhatikan antara lain :

  1. Posisi siap (stand).
  2. Untuk pengembalian dari forehand, apabila dekat dilakukan dengan satu langkah kaki kanan. Tetapi apabila jauh, mungkin perlu dilakukan dulu langkah kecil dari kaki kiri.
  3. Untuk pengembalian backhand, apabila dekat bisa dilakukan dulu langkah kecil dari kiri, tetapi apabila jauh mungkin perlu dilakukan dulu langkah kecil dari kaki kanan.

 

N. BACKHAND OVERHEAD

       Pukulan ini bisa dikategorikan paling sulit, terutama bagi pemain pemula. Sebab, secara biomekanik, teknik pukulan ini menuntut koordinasi anggota badan yang sempurna serta penggunaan grip dan timing yang tepat. Tanpa ketiga hal tersebut, tenaga besar sekalipun tidak akan bisa menghasilkan kualitas pukulan yang baik.

Hal hal yang perhatikan antara lain :

  1. Lakukan posisi siap dengan memegang raket.
  2. Putar badan dengan melangkahkan kaki kanan ke belakang kiri. Lutut dan siku kanan agak bengkok.
  3. Rangkaian memukul : ayunan raket (siku ke dekat ketiak) dorong dengan pinggang, dan luruskan siku. Gerakan diakhiri dengan lecutan pergelangan tangan.
  4. Cara kedua, rangkaian pukulan di atas (poin c) bisa dilakukan sambil melangkahkan kaki kanan, lalu mengayun raket. Kaki kanan sudah mendarat pada saat shuttlecock dipukul.

 

O. DRIVE

       Drive adalah pukulan cepat dan mendatar yang akan membawa shuttlecock jatuh di antara dua garis ganda bagian belakang. Drive banyak digunakan dalam permainan ganda. Tujuannya adalah menghindari lawan menyerang atau memaksa lawan mengangkat shuttlecock dan berada pada posisi bertahan. Pukulan ini menuntut keterampilan grip, reaksi yang cepat, dan kekuatan pergelangan tangan.

Hal hal yang perlu diperhatikan antara lain :

  1. Peganglah raket dengan satu grip / cepat berpindah.
  2. Selain kekuatan bahu, gunakan “lecutan” pergelangan tangan pada saat shuttlecock dipukul.
 
   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

P. VARIASI STROKE / TAKTIK PERMAINAN

     Setelah seorang atlet berhasil menguasai cara memegang raket, menguasai footwork, dan seluruh teknik dasar (basic stroke) dengan baik, maka ia dapat membuat variasi pukulan. Penguasaan pukulan dasar dan variasi akan terasa sekali manfaatnya pada saat mulai bermain dalam game (hitungan). Kita harus menggunakan taktik apa saja agar bisa mematikan lawan dan memenangkan pertandingan. Berikut beberapa tips dan taktik permainan.

 

Permainan tunggal

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pada permainan tunggal, pemain bisa dikatakan berada di atas angin apabila selalu bisa :

  1. Melakukan pukulan dengan posisi selalu berada di belakang shuttlecock.
  2. Berada di tengah lapangan sebelum lawan kembali ke tengah. Dengan posisi ini, berarti pemain siap melakukan serangan mematikan.

Untuk bisa melakukan hal hal di atas, pemain harus memiliki footwork yang teratur dan cepat. Gerakan gerakan yang cepat  itu bisa berlangsung untuk jangka waktu yang lama. Maka diperlukan stamina yang memadai. Karenannya, footwork yang cepat, teratur, dan stamina yang memadai menjadi faktor dominan yang dipelukan oleh seorang pemain tunggal.

Permainan ganda

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Permainan ganda memiliki tuntutan yang agak berbeda dari permainan tunggal. Seorang pemain yang footwork-nya kurang baik tetapi memiliki kecepatan dan reaksi pukulan serta kekuatan yang besar bisa menjadi pemain ganda yang baik.

       Walaupun penguasaan pukulan dasar tidak berbeda antara permainan tunggal dan ganda , tetapi seorang pemain tunggal yang baik belum tentu bisa menjadi pemain ganda yang baik. Sebab, permainan ganda memiliki jenis jenis pukulan yang khusus. Pukulan cepat seperti drive, smash, return smash, serve , dan wiping (menyapu) adalah jenis pukulan yang wajib dan harus dikuasai dengan terampil oleh pemain ganda.

       Dalam permainan ganda, ada filosofi yang berbunyi, “ siapa yang bisa menyerang lebih dahulu dia akan menang.”  Filosofi ini rata – rata dipegang oleh setiap pemain ganda. Ini terlihat pada karakter permainan ganda sekarang ini yang menganggap bahwa pertahanan yang baik adalah dengan menyerang. Selain itu, ganda adalah permainan yang mengandalkan kerja sama. Pukulan harus dirancang untuk mematikan  lawan dengan pukulan hasil kerja sama.    

 

About these ads

From → Uncategorized

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: